KONSEP HUKUM PIDANA ISLAM: JARIMAH DAN UQUBAH

[A] JARIMAH DAN UQUBAH
Fikih jinayah adalah ilmu tentang hukum syara’ yang berkaitan dengan masalah perbuatan yang dilarang (jarimah) dan hukumannya (uqubah), yang diambil dari dalil dalil yang terperinci. Definisi tersebut merupakan definisi antara pengertian “fikih” dan “jinayah”.
-
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa objek pembahasan fikih jinayah itu secara garis besar ada 2 yakni: jarimah (tindak pidana) dan uqubah (hukumannya).
-
Pengertian jarimah sebagaimana yang dikemukakan oleh imam al mawardi adalah sebagai berikut:
-
“Jarimah adalah perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh syara’ yang diancam oleh Allah dengan hukuman had atau ta’zir.”
-
Dalam istilah lain jarimah disebut juga dengan jinayah. Menurut abdul qadir audah pengertian jinayah adalah sebagai berikut:
-
“jinayah adalah suatu istilah untuk perbuatan yang dilarang oleh syara’, baik perbuatan tersebut mengenai jiwa, harta, atau lainya.
-
Adapun pengertian hukuman sebagaimana dikemukakan oleh abdul qadir audah adalah:
-
“hukuman adalah pembalasan yang ditetapkan untuk kemaslahatan masyarakat, karena adanya pelanggaran atas ketentuan-ketentuan syara”
-
[B] MACAM – MACAM JARIMAH
-
Diantara pembagian jarimah yang paling penting adalah pembagian yang di tinjau dari segi hukumannya. Jarimah ditinjau dari segi hukumanya terbagi pada tiga bagian, yakni;
-
[1] jarimah hudud [2] jarimah qishash dan diat [3] jarimah ta’zir
-
[1] Jarimah Hudud
-
Jarimah hudud adalah jarimah yang diancam dengan hukuman had. Pengertian hukuman had sebagaimana yang dikemukakan oleh abdul qadir audah adalah ;
-
“Hukuman had adalah hukuman yang telah ditentukan oleh syara’ dan merupakan hak Allah.”
-
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa ciri khas jarimah hudud itu adalah sebagai berikut:
-
[a] hukumannya tertentu dan terbatas, dalam arti bahwa hukuman tersebut telah ditentukan oleh syara’ dan tidak ada batas minimal dan maksimal.
-
[b] hukuman tersebut merupakan hak Allah semata-mata, atau kalau ada hak manusia disamping hak Allah maka hak Allah yanglebih dominan.
-
Oleh karena hukuman had itu merupakan hak Allah maka hukuman tersebut tidak boleh digugurkan oleh perseorangan (orang yangtelah menjadi korban atau keluarganya) atau oleh masyarakat yang diwakili oleh negara.
-
Jarimah hudud ada tujuh macam yakni:
[1] jarimah zina
[2] jarimah qadzaf
[3] jarimah syurb al-khamr
[4] jarimah pencurian
[5] jarimah hirabah
[6] jarimah riddah
[7] jarimah pemberontakan (al-bagyu)
-
[2] Jarimah Qishash dan Diat
-
Jarimah qishash dan diat adalah jarimah yang diancam dengan hukuman qishash atau diat. Baik qishash dan diad adalah hukuman yang sudah ditentukan oleh syara’. Perbedaanya dengan hukuman had adalah bahwa hukuman had merupakan hak Allah, sedangkan qishash dan diat merupakan hak manusia (hak individu). Disamping itu perbedaan yang lain adalah karena hukuman qishash dan diat merupakan hak manusia maka hukuman tersebut dapat digugurkan oleh korban atau keluarganya, sedangkan hukuman had tidak bisa digugurkan atau dimaafkan.
-
Pengertian qishash sebagaimana dikemukakan oleh muhammad abu zahrah adalah:
“persamaan dan keseimbangan antara jarimah dan hukuman.”
-
Jarimah qishash dan diat ini hanya ada dua macam, yakni pembunuhan dan penganiayaan. Namun apabila diperluas jumlahnya ada lima macam:
-
[a] pembunuhan sengaja
[b] pembunuhan menyerupai sengaja
[c] pembunuhan karena kesalahan
[d] penganiayaan sengaja
[e] penganiayaan tidak sengaja
-
[3] Jarimah Ta’zir
-
Jarimah ta’zir adalah jarimah yang diancam dengan hukuman ta’zir. Pengertian ta,zir menurut bahasa adalah ta’dib, artinya memberi pelajaran, ta’zir juga diartikan dengan ar raddu wal man’u, yang artinya menolak dan mencegah. Sedangkan pengertian ta’zir menurut istilah, sebagaimana dikemukakan oleh al mawardi adalah;
“ta’zir adalah hukuman pendidikan atas dosa (tindak pidana) yang belum ditentukan hukumannya oleh syara’.
-
Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa hukuman ta’zir adalah hukuman yang wewenang menetapkannya diserahkan kepada khalifah (kepala negara). Disamping itu dari definisi diatas dapat diketahui bahwa ciri khas jarimah ta’zir adalah sebagai berikut:
-
[1] hukumannya tidak tertentu dan tidak tidak terbatas. Artinya hukuman tersebut ada batas minimal dan maksimal.
[2] penentuan hukuman tersebut adalah hak khalifah.
-
-
SUMBER
-
Muslich, Ahmad Wardi. 2005. Hukum Pidana Islam. Jakarta. Sinar Grafika.

About these ads

About ngobrolislami

hamba ALLAH
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s