KONSEP HUKUM PIDANA ISLAM: HUKUMAN PEMBUNUHAN MENYERUPAI SENGAJA

Pembunuhan menyerupai sengaja dalam hukum Islam diancam dengan beberapa hukuman, sebagian hukuman pokok dan pengganti, sebagian lagi hukuman tambahan. Hukuman pokok untuk tindak pidana pembunuhan menyerupai sengaja ada dua macam, yaitu diat dan kifarot . Sedangkan hukuman pengganti yaitu ta’zir. Hukuman tambahan yaitu pencabutan hak waris.
-
[1] HUKUMAN DIAT
Pembunuhan menyerupai sengaja tidak diancam dengan hukuman qishosh, melainkan hukuman diat mugholladzah. Hal ini didasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasa’i, dan ibnu Majah dari Abdulloh bin Amr bin Ash, bahwa Rosululloh saw bersabda:
“Ingatlah sesungguhnya diat kekeliruan dan menyerupai sengaja yaitu pembunuhan dengan cambuk dan tongkat adalah seratus ekor unta, diantaranya empat puluh ekor yang didalamnya ada anaknya (sedang bunting).”
{Hadis ini dikeluarkan oleh Abu Dawud, Nasa’i, dan ibn Majah , dan disahihkan oleh ibnu Hibban}
-
Diat syibhul ’amdi (pembunuhan menyerupai sengaja) sama dengan diat pembunuhan sengaja, baik dalam jenis, kadar, maupun pemberatannya. Hanya saja keduanya berbeda dalam hal penaggung jawab dan waktu pembayarannya. Dalam pembunuhan sengaja, pembayaran diatnya dibebankan kepada pelaku, dan harus dibayar tunai. Sedangkan diat untuk pembunuhan menyerupai sengaja dibebankan kepada ‘aqilah (keluarga), dan pembayarannya dapat diangsur dalam waktu tiga tahun. Akan tetapi Imam Malik berpendapat bahwa syibhul ‘amd (menyerupai sengaja) sama dengan sengaja dalam pembebanan diat kepada harta pelaku, kecuali dalam hal pembunuhan oleh orang tua kepada anaknya yang pada mulanya dilakukan dalam rangka pendidikan dengan pedang atau tongkat. Dalam hal ini, diatnya adalah diat syibhul ‘amd yaitu diat mugholladzah (diat yang berat), komposisinya dibagi tiga dan diangsur selama tiga tahun, seperti pembunuhan karena kesalahan.
-
Adapun kadar diat yang diangsur oleh ‘aqilah (keluarga) tidak ada kesepakatan di kalangan fuqoha. Menurut hanafiyah, ‘aqilah hanya menanggung sperduapuluh (5%) diat, yaitu lima ekor unta dalam tindak pidana atas selain jiwa. Akan tetapi untuk tindak pidana atas jiwa (pembunuhan), ‘aqilah menanggung semua diat. Menurut Malikiyah dan Hanabilah, ‘aqilah hanya menanggung maksimal sepertiga diat. Syafi’iyah berpendapat bahwa ‘aqilah menanggung semua diat, baik sedikit maupun banyak.
-
[2] HUKUMAN KIFAROT
Menurut jumhur ulama selain Malikiyah, hukuman kifarot diberlakukan dalam pembunuhan menyerupai sengaja. Hal ini karena statusnya dipersamakan dengan pembunuhan karena kesalahan, dalam hal tidak dikenakannya qishosh, pembebanan diat kepada ‘aqilah dan pembayaran dengan angsuran selama tiga tahun.
-
Sebagaimana dalam pembunuhan sengaja, kifarot dalam hal pembunuhan menyerupai sengaja ini merupakan hukuman pokok yang kedua. Jenisnya yaitu memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Apabila hamba tidak ditemukan ia diganti dengan puasa dua bulan berturut-turut.
-
Malikiyah menganggap pembunuhan menyerupai sengaja sebagai pembunuhan sengaja yang tidak wajib dikenakan kifarot. Dengan demikian, menurut mereka hukuman pokok untuk tindak pidana ini hanya satu, yaitu diat.
-
[3] HUKUMAN TA’ZIR
Apabila hukuman diat gugur karena sebab pengampunan atau lainnya, hukuman tersebut diganti dengan hukuman ta’zir. Seperti halnya dalam pembunuhan sengaja, dalam pembunuhan menyerupai sengaja ini, hakim diberi kebebasan untuk memilih jenis hukuman ta’zir yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku.
-
[4] HUKUMAN TAMBAHAN
Seperti halnya dalam pembunuhan sengaja, dalam pembunuhan menyerupai sengaja juga terdapat hukuman tambahan, yaitu penghapusan hak waris dan hak wasiat. Hal ini didasarkan kepada keumuman dari hadis Amr ibn Syu’aib bahwa Nabi saw bersabda:
“Tidak ada bagian warisan sedikitpun bagi seorang pembunuh.”
{Hadis ini diriwayatkan oleh Nasa’i dan Daruquthni}
-
Pengertian qotilu (pembunuh) dalam hadis tersebut mencakup semua bentuk pembunuhan, baik yang dilakukan sengaja maupun menyerupai sengaja.

About these ads

About ngobrolislami

hamba ALLAH
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s