TINDAK PIDANA ATAS SELAIN JIWA: PEMBAGIAN TINDAK PIDANA ATAS SELAIN JIWA

Ada dua klasifikasi dalam menentukan pembagian tindak pidana atas selain jiwa;
[1] DITINJAU DARI SEGI NIATNYA
[2] DITINJAU DARI SEGI OBJEK (SASARANNYA)
________________________________
—————————————————–
[1] DITINJAU DARI SEGI NIATNYA
Ditinjau dari segi niatnya pelaku, tindak pidana atas selain jiwa dapat dibagi kepada dua bagian;
1. Tindak Pidana Atas Selain Jiwa Dengan Sengaja
2. Tindak Pidana Atas Selain Jiwa Dengan Tidak Sengaja
Pengertian tindak pidana atas selain jiwa dengan sengaja, seperti dikemukakan oleh Abdul Qodir Awdah adalah;
“perbuatan sengaja adalah setiap perbuatan dimana pelaku sengaja melakukan perbuatan sengaja dengan maksud melawan hukum.”

Dari definisi tersebut dapat diambil suatu asumsi bahwa dalam tindak pidana atas selain jiwa dengan sengaja, pelaku sengaja melakukan perbuatan yang dilarang dengan maksud supaya perbuatanya itu mengenai dan menyakiti orang lain. Sebagai contoh orang yang sengaja melempar orang lain dengan batu, dengan maksud supaya batu itu mengenai badan atau kepalanya.

Pengertian tindak pidana atas selain jiwa dengan tidak sengaja atau karena kesalahan adalah;
“perbuatan karena kesalahan adalah suatu perbuatan dimana pelaku sengaja melakukan perbuatan, tetapi tidak ada maksud melawan hukum.”

Dari definisi tersebut dapat diambil suatu pengertian bahwa dalam tindak pidana atas selain jiwa dengan tidak sengaja, pelaku memang sengaja melakukan suatu perbuatan , tetapi perbuatan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengenai atau menyakiti orang lain. Namun kenyataannya memang ada korban yang terkena oleh perbuatannya itu. Sebagai contoh, orang yang sengaja melempar batu dengan maksud untuk membuangnya, namun karena kurang hati-hati batu tersebut mengenai orang yang lewat dan melukainya.

Pembagian sengaja dan tidak sengaja(Al_Khotho’) dalam tindak pidana atas selain jiwa, masih diperselisihkan oleh para fuqoha. Seperti halnya dalam tindak pidana atas jiwa. Syafi’iyah dan hanabilah berpendapat bahwa dalam tindak pidana atas selain jiwa juga ada pembagian yang ke-tiga, yaitu syibhul ‘amd atau menyerupai sengaja. Contohnya, seperti orang yang menempeleng muka orang lain dengan tempelengan yang ringan, tetapi terjadi pelukaan dan pendarahan. Contoh kasus semacam ini menurut mereka tidak termasuk sengaja, melainkan menyerupai sengaja, karena alat yang digunakan yaitu tempelengan ringan, pada galibnya tidak akan menimbulkan pelukaaan atau pendarahan. Namun dalam segi hukumnya mereka menyamakannya dengan tidak sengaja.

Walaupun perbuatan sengaja berbeda dengan kekeliruan, baik dalam substansi perbuatanya maupun dalam hukumnya, namun dalam kebanyakan hukum dan ketentuannya, keduanya kadang-kadang sama. Oleh karena itu, dalam pembahasannya, para fuqoha menggabungkannya sekaligus. Hal ini karena dalam tindak pidana atas selain jiwa, yang dilihat adalah objek atau sasarannya, serta akibat yang di timbulkan oleh perbuatan tersebut.

[2] DITINJAU DARI SEGI OBJEK/SASARANNYA
Ditinjau dari segi objek atau sasarannya, tindak pidana atas selain jiwa, baik sengaja maupun tidak sengaja dapat dibagi menjadi lima bagian
1. Penganiayaan Atas Anggota Badan Atau Semacamnya
Adapun yang dimaksud dengan jenis yang pertama ini adalah tindakan perusakan terhadap anggota badan dan anggota lain yang di setarakan dengan anggota badan, baik berupa pemotongan maupun pelukaaan. Dalam kelompok ini termasuk pemotongan tangan, kaki, jari, kuku, hidung, zakar, biji pelir, telinga, bibir, pencongkelan mata, merontokkan gigi, pemotongan rambut, alis, bulu mata, jenggot, kumis, bibir kemaluan perempuan, dan lidah.
2. Menghilangkan Manfaat Anggota Badan Sedangkan Jenisnya Masih Tetap Utuh
Maksud dari jenis yang ke dua ini adalah tindakan yang merusak manfaat dari anggota badan, sedangkan jenis anggota badannya masih utuh. Dengan demikian apabila anggota badannya hilang atau rusak, sehingga manfaatnya juga ikut hilang maka perbuatannya merupakan termasuk kelompok pertama, yaitu perusakan anggota badan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah menghilangkan daya pendengaran, penglihatan, penciuman, perasaan lidah, kemampuan berbicara, bersetubuh, dll.
3. Asy-Syajjaj
Yang dimaksud dengan asy Syajjaj adalah pelukaan khusus pada bagian muka dan kepala. Sedangkan pelukaan atas badan selain muka dan kepala termasuk kelompok keempat yaitu Jiroh.
Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa Syajjaj adalah pelukaan pada bagian muka dan kepala, tetapi khusus di bagian-bagian tulang saja, seperti dahi. Sedangkan pipi yang banyak dagingnya tidak termasuk Syajjaj, tetapi ulama yang lain berpendapat bahwa Syajjaj adalah pelukaan pada bagian muka dan kepala secara mutlak. Adapun organ-organ tubuh yang termasuk kelompokanggota badan, meskipun ada pada bagian muka, seperti mata, telinga dan lain-lain tidak termasuk Syajjaj.
Menurut Imam Abu Hanifah, Syajjaj itu ada sebelas macam;
3.1. Al-Khorishoh, yaitu pelukaan atas kulit, tetapi tidak sampai mengeluarkan darah.
3.2. Ad-Dami’ah, yaitu pelukaan yang mengakibatkan perdarahan, tetapi darahnya tidak sampai mengalir, melainkan seperti air mata.
3.3. Ad-Damiyah, yaitu pelukaan yang mengakibatkan megalirkan darah.
3.4. Al Badhi’ah, yaitu pelukaan yang sampai memotong daging.
3.5. Al- Mutalahimah, yaitu pelukaan yang memotong daging lebih dalam dari pada Al-Badhi’ah.
3.6. As Simhaq, yaitu pelukaan yang memotong daging lebih dalam lagi, sehingga kulit halus (selaput) antara daging dan tulang kelihatan. Selaputnya itusendiri disebut simhaq.
3.7. Al-Mudhihah, yaitu pelukaan yang lebih dalam, sehingga memotong atau merobek selaput tersebut dan tulangnya kelihatan.
3.8. Al-Hasyimah, yaitu pelukaan yang lebih dalam lagi, sehingga memotong atau memecahkan tulang.
3.9. Al-Munqilah, yaitu pelukaan yang bukan hanya sekedar memotong tulang, tetapi sampai memindahkan posisi tulang dari tempat asalnya.
3.10. Al-Ammah, yaitu pelukaan yang lebih dalam lagi sehingga sampai kepada ummud dimagh, yaitu selaput antara tulang dan otak.
3.11. Ad-Damighoh, yaitu pelukaan yang merobek selaput antara tulang dan otak sehingga otaknya kelihatan.
Menurut Abdurrohman Al Jaziri, sebenarnya jenis Syajjaj yang disepakati oleh para fuqoha adalah sepuluh macam, yaitu tanpa memasukkan jenis yang ke sebelas, yaitu ad-Damighoh. Hal ini karena ad-Damighoh itu pelukaan yang merobek selaput otak, sehingga karenanya otak akan berhamburan, dan kemungkinan mengakibatkan kematian.
4. Al-Jiroh
Al-Jiroh adalah pelukaan pada anggota badan selain wajah, kepala, dan athrof. Anggota badan yang pelukaannya termasuk Jiroh ini meliputi leher, dada, perut, sampai batas pinggul.
Al-Jiroh ada dua macam;
4.1. Jayfah, yaitu pelukaan yang sampai bagian dalam dari dada dan perut, baik pelukaannya dari depan belakang maupun samping.
4.2. Ghoyr Jayfah, yaitu pelukaan yang tidak sampai bagian dalam dari dada atau perut, melainkan hanya pada bagian luarnya saja.
5. Tindakan Selain Yang Telah Disebutkan Di Atas
Adapun yangtermasuk ke dalam kelompok ini adalah setiap tindakan pelanggaran atau menyakiti yang tidak sampai merusak athrof atau menghilangkan manfaatnya dan tidak pula menimbulkan luka Syajjaj atau Jiroh. Sebagai contoh dapat dikemukakan, seperti pemukulan pada bagian tangan, kaki, atau badan, tetapi tidak sampai menimbulkan atau mengakibatkan luka, melainkan hanya memar, muka merah atau terasa sakit.

Hanafiyah sebenarnya hanya membagi tindak pidana atas selain jiwa ini kepada empat bagian, tanpa memasukkan bagian yang ke lima karena bagian yang kelima ini adalah suatu tindakan yang tidak mengakibatkan luka pada athrof (anggota badan), tidak menimbulkan luka Syajjaj juga tidak menghilangkan manfaatnya, dan tidak pula luka pada Jiroh. Dengan demikian akibat perbuatan tersebut sangat ringan, sehingga oleh karenanya mungkin lebih tepat untuk dimasukkan pada ta’zir

About ngobrolislami

hamba ALLAH
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s