KONSEP HUKUM PIDANA ISLAM: HUKUMAN UNTUK JIRAH

KONSEP HUKUM PIDANA ISLAM: HUKUMAN UNTUK JIRAH

Sebagaimana telah dikemukakan, jirah adalah pelukaan pada anggota badan selain wajah, kepala, dan athraf. Anggota badan yang pelukaannya ternmasuk jirah ini meliputi leher, dada, perut sampai batas pinggul. Jirah ini ada dua macam.

1. Jaifah, yaitu pelukaan yang sampai ke bagian dalam dari dada dan perut, baik pelukaannnya dari depan, belakang, maupun samping.

2. Ghair jaifah, yaitu pelukaan yang tidak sampai ke bagian dalam dari anggota badan tersebut, melainkan hanya pada bagian luarnya saja.

Hukuman untuk jirah ini adalah qishash. Apabila qishash tidak bisa dilaksanakan maka diganti diat.

1) HUKUMAN QISHASH
Hukuman qishash untuk jirah ini diperselisihkan oleh para fuqaha. Imam Malik berpendapat bahwa qishash berlaku pada semua jirah, baik lukanya munqilah maupun hasyimah. Alasannya adalah qishash dengan keseimbangan masih memungkinkan, kecuali kalau menimbulkan kekhawatiran. Sedangkan untuk jaifah tidak berlaku hukuman qishash.

Abu Hanifah berpendapat bahwa di dalam jirah tidak berlaku hukuman qishash sama sekali, baik jaifah maupun ghair jaifah. Alasannya adalah karena sulit untuk menerapkan kesepadanan daam pelaksanaannya. Akan tetapi apabila jirah tersebut mengakibatkan kematian, pelaku wajib di qishash jika ia sengaqja melakukan pembunuhan.

Imam Syafi’i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa dalam jirah berlaku hukuman qishash apabila pelukaannya sampai mudhihah, yaitu pelukaan yang sampai kepada tulangnya. Alasannya karena dalam hal ini kesepadanan mungkin diterapkan karena ada batas, yaitu tulang. Akan tetapi, sebagian dari pengikut Imam Syafi’i berpendapat bahwa dalam jirah sama sekali tidak berlaku hukuman qishash. Alasan mereka adalah karena mudhihah kepala dan wajah ada ganti rugiyang tertentu, sedangkan pada jirah badan tidak ada. Oleh karena itu, keduanyatidak boleh disamakan. Akan tetapi pendapat tersebut ditolak, karena dasar qishash bukan irsy (ganti rugi), melainkan firman Allah dalam surat Al_Maaidah ayat 45.

“…dan setiap luka ada qishashnya…”
{Terjemahan surat Al_Maaidah ayat 45}

2) HUKUMAN DIAT
Hukuman diat untuk ghair jaifah adalah hukumah. Sedangkan ganti rugi untuk jaifah adalah sepertiga diat. Hal ini didasarkan kepada hadis Amr ibn Hazm yang didalamnya disebutkan
“….dan di dalam jaifah hukumannya adalah sepertiga diat…”

Apabila seseorang menusuk orang lain pada bagian depan perutnya sampai tembus ke belakang maka menurut Imam Malik, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad, tindakan tersebut dihitung dua jaifah, dan hukumannya adalah dua per tiga diat. Adapun mazhab Syafi’i tetap menganggapnya sebagai satu jaifah. Pendapat ini merupakan pendapat yang rajih. Pendapat lain dalam mazhab Syafi’i menyatakan dalam jaifah pertama berlaku sepertiga diat, sedangkan dalam jaifah kedua hanya dikenakan hukumah.

About ngobrolislami

hamba ALLAH
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s