KONSEP HUKUM PIDANA ISLAM: HUKUMAN UNTUK TINDAK PIDANA ATAS JANIN

Hukuman untuk tindak pidana atas janin berbeda-beda sesuai dengan perbedaan akibat dari perbuatan pelaku. Akibat tersebut ada lima macam:

1. GUGURNYA KANDUNGAN DALAM KEADAAN MENINGGAL
Apabila janin gugur dalam keadaan meninggal, hukuman bagi pelaku adalah diat janin, yaitu ghurrah (hamba sahaya) yang nilainya lima ekor unta. Ketentuan ini didasarkan kepada sunah fi’liah atau keputusan Nabi s.a.w:
“Dari Abu Hurairah ra ia berkata: dua orang perempuan dari kabilah Hudzail berkelahi, kemudian salah seorang diantara keduanya melempar yang lainnya dengan batu, lalu ia membunuhnya dan membunuh bayi (janin) yang ada dalam perutnya. Mereka kemudian mengadukan hal itu kepada Rasulullah s.a.w maka Rasulullah memutuskan, bahwa diat untuk janinnya adalah ghurrah hamba sahaya laki-laki (‘abd) atau perempuan (amat) dan Nabi juga memutuskan diat untuk perempuan (ibunya) dibebankan kepada keluarganya (si pembunuh) dan diwarisi oleh anaknya dan orang yang beserta dia (ahli warisnya)…
{Muttafaq Alaih}

Ghurrah menurut arti asalnya adalah khiyar (pilihan). Hamba sahaya disebut ghurrah karena ia merupakan harta pilihan. Dalam praktiknya ghurrah (hamba) ini dinilai dengan lima ekor unta, atau yang sebanding dengan itu, yaitu lima puluh dinar, atau limaratus dirham menurut hanafiyah, atau enam ratus dirham menurut jumhur ulama.

Ghurrah baik berlaku untuk janin laki-laki maupun janin perempuan. Perhitungannya adalah untuk janin laki-laki seperduapuluh diat laki-laki, dan untuk janin perempuan sepersepuluh diat kamilah untuk perempuan. Hasilnya tetap sama yaitu lima ekor unta, karena diat perempuan adalah separuh diat laki-laki.

Dalam tindak pidana atas janin yang dilakukan dengan sengaja, sebagaimana dikemukakan oleh malikiyah, diatnya diperberat (mughalladzah), yaitu harus dibayar oleh pelaku dari hartanya sendiri dengan tunai. Sedangkan untuk tindak pidana atas janin yang dilakukan dengan kesalahan atau menyerupai sengaja, diatnya diperingan (mukhaffafah), yaitu bisa dibayar oleh ‘aqilah (keluarga) atau bersama-sama dengan pelaku.

Apabila janin yang gugur itu kembar dua atau tiga dan seterusnya maka diatnya juga berlipat. Apabila janinnya dua, hukumannya dua ghurrah atau dua kali lima ekor, yaitu sepuluh ekor unta. Kalau ibu meninggal setelah dilaksanakannya hukuman, maka disamping ghurrah, pelaku juga dikenakan diat untuk ibu yaitu limapuluh ekor unta.

2. GUGURNYA JANIN DALAM KEADAAN HIDUP TETAPI KEMUDIAN MENINGGAL AKIBAT PERBUATAN PELAKU
Apabila janin gugur dalam keadaan hidup tetapi kemudian ia meninggal akibat perbuatan pelaku, menurut pendapat ulama yang menyatakan adanya kesengajaan, hukumannya adalah qishash. Akan tetapi bagi ulama yang berpendapat tidak ada kesengajaan dalam tindak pidana atas janin, melainkan hanya syibhul ‘amd, hukuman bagi pelaku adalah diat kamilah. Demikian pula menurut pendapat kedua dari kelompok yang menyatakan adanya kesengajaan (sebagian malikiyah) dan tindak pidana yang terjadi karena kesalahan, hukumannya juga adalah diat kamilah. Pervedaan antara diat sengaja dan menyerupai sengaja serta kekeliruan, bukan dalam jumlah untanya, melainkan pada sifatnya, yaitu diperberat (mughalladzah) dan diperingan (mukhaffafah).

Diat kamilah untuk janin berbeda sesuai dengan perbedaan jenisnya. Untuk diat laki-laki berlaku diat laki-laki yaitu seratus ekor unta, sedangkan untuk diat janin perempuan berlaku diat janin perempuan, yaitu separuh diat laki-laki (limapuluh ekor unta).

Apabila janin yang gugr itu kembar maka diatnya juga berlipat. Untuk dua janin berlaku dua diat kamilah, untuk tiga janin berlaku tiga diat kamilah. Apabila ibu meninggal akibat tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku, disamping diat janin berlaku juga dikenakan diat ibu.

3. GUGURNYA JANIN DALAM KEADAAN HIDUP TERUS ATAU MENINGGAL KARENA SEBAB LAIN
Apabila janin gugur dalam keadaan hidup dan ia tetap bertahan dalam hidupnya, atau kemudian ia meninggal karena sebab lain, hukuman bagi pelaku adalah hukuman ta’zir. Hal ini karena meninggalnya janin tersebut bukan karena perbuatannya. Adapun hukuman untuk pembunuhan atas janin setelah terpisah dari ibunya adalah hukuman mati, karena jarimah yang terjadi adalah melenyapkan nyawa manusia yang masih hidup.

4. JANIN TIDAK GUGUR ATAU GUGUR SETELAH MENINGGALNYA IBU
Apabila karena perbuatan pelaku janin tidak gugur, atau ibu meninggal sebelum kandungannya keluar, atau janin gugur setelah meninggalnya ibu maka hukuman bagi pelaku dalam semua kasus ini adalah ta’zir. Ketentuan ini berlaku apabila tidak ada petunjuk yang pasti bahwa tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku mengakibatkan meninggalnya janin, atau menggugurkannya, dan meninggalnya ibu tidak ada kaitannya dengan hal ini.

5. TINDAK PIDANA MENGAKIBATKAN LUKA PADA IBU, MENYAKITINYA, ATAU MENYEBABKAN KEMATIANNYA
Apabila perbuatan yang dilakukan oleh pelaku tidak hanya menggugurkan kandungan, melainkan menimbulkan akibat pada ibu baik luka potong, atau bahkan meninggal maka akibat tersebut harus dipertanggungjawabkan kepada pelaku, sesuai dengan akibat yang terjadi. Kalau akibatnya adalah meninggalnya ibu maka disamping ghurrah untuk janin, juga berlaku hukuman diat untuk ibu, yaitu lima puluh ekor unta. Apabila pelaku memukul ibu dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas, tetapi menggugurkan janinnyadalam keadaan mati, untuk pemukulan pelaku dikenakan hukuman ta’zir, dan untuk pengguguran kandungannya berlaku diat janin, yaitu ghurrah, yaitu lima ekor unta.

Disamping hukuman yang telah disebutkan untuk lima jenis akibat dari tindak pidana atas janin, terdapat pula hukuman yang lain, yaitu hukuman kifarat. Hukuman kifarat ini berlaku apabila janin gugur, baik dalam keadaan hidup atau mati, dan pelakunya ibu atau orang lain. Apabila janin yang gugur itu kembar, menurut imam syafi’i dan imam ahmad maka kifaratnya juga berlipat.

Imam Malik berpendapat bahwa kifarat dalam jinayah atas janin hanya mandub (tidak wajib). Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah hanya berlaku apabila janin gugur dalam keadaan hidup.

About ngobrolislami

hamba ALLAH
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s